top of page

Motherhood = Brain Damage?

  • Dec 15, 2019
  • 3 min read

Beberapa minggu yang lalu, Saya kumpul2 sama teman2 SMP yang udah 20 tahun ngga ketemu.

Lucu juga sih - ketemu-ketemu lagi semuanya sudah berwajah lebih hhhhmmm… ‘bijaksana’ di bandingkan 20 tahun yang lalu.

Beberapa di antara kami sudah punya anak-anak yang sebentar lagi ABG.

Dari percakapan di antara kami, ada satu kalimat yang dilontarkan salah satu teman gw soal kehidupannya sekarang.

Setelah 20 tahun sejak lulus SMP, dan sekitar10 tahun motherhood, menurut dia,

“Sekarang gw ud susah mikir, mertua gw kadang suka godain.. 2+8 berapa? (sambil dia ekspresiin ngitung pake jarinya), gw ud bingung jawabnya…”

hehehehe… Saat itu gw ketawa kenceng…

Tapi dalam hati Saya mikir - Aduuuhh.. sampai segitunyakah kehidupan istri-istri yang hanya di rumah urus suami dan anak? Sampai segitukah kehidupan motherhood yang ‘jauh’ dari kegiatan-kegiatan yang bersifat sosialisasi produktif dan ngga cuma gosip dan ngomongin hari2 doang?

Banyak diantara teman-teman gw, ibu-ibu muda yang sangat produktif.


Temen Saya (sebut saja dia: Anast) misalnya, dia bekerja dari pagi sampai sore, tapi masih bisa atur waktu buat suami, anak, ortu, mertua, dan kadang pelayanan. Ngobrol sama dia ngga melulu soal anak dan suaminya (biarpun memang dominasi pasti soal itu… ya pastilah… orang itu hidupnya dia…) Tapi ada teman gw satu lagi yang stay di rumah tetapi akhirnya menjadi seseorang yang jauuuuhhhh sekali dari teman yang gw kenal semasa dia belum menikah.

Dari hamil dia sudah sering bilang, “Sejak hamil otak gw jadi bego… kayaknya semua diserap anak gw…” Hhhhhmmm… sejak itu memang dia stay at home mom, tetapi dipenuhi dengan kekhawatiran akan anak-anaknya, sangat labil, dan mungkiiiinnnn… dia mempercayai apa yang dikatakannya… dan jadi ‘bego’ beneran.


Semuanya itu membuat gw berpikir… hidup kita selalu berubah.

Sebagai wanita, kadang perubahan itu demikian drastisnya… sehinggga yang terjadi bukan hanya perubahan keadaan, tetapi juga perubahan fisik dan mental. Yang kadang terjadi di luar yang kita bayangkan. Waktu hamil memang terjadi perubahan hormonal yang membuat seorang wanita jadi lebih lamban berpikir.

Tetapi itu hebatnya seorang wanita… Mereka mampu bertahan melalui itu semua.

Apa yang mereka percayai, itulah yang mereka turunkan sebagai legacy ke anak-anak mereka. Saat mereka percaya mereka itu 'bego' - itulah yang dapat ditangkap oleh anak-anak mereka as a legacy from their mom.


So… mothers… women… friends of life… my sisters… Lets make a history of our life.

Lets make a great legacy to our next generation. Ada satu ayat dalam Kitab Suci yang berkata: “Terjadilah sesuai imanmu…!” Apa yang kita imani akan diri kita saat ini? Bagaimana kita memandang diri kita saat ini? Percayalah… its not only about yourself, because we live to share. Dan apa yang kita bagi, adalah apa yang kita percayai. It's really a one find day when God created us. Not only fine, but great and perfect day…! So.. we are perfect friends.

Dan gw percaya, ke ‘perfect’an itu akan menjadi tambah sempurna saat kita membagikannya kepada sekeliling kita. Don’t ruin your perfectness by believing something thats not real. Karena semua kesempurnaan tinggal tetap sampai hari kita menghadap kembali ke pencipta kita. Dan motherhood tidak merampas itu semua… bahkan menambahkan semuanya itu…

Motherhood memberikan kesempurnaan atas jati diri wanita Motherhood memberikan kesempatan untuk berbagi kesempurnaan Motherhood memberikan privilage untuk justru mempercayai bahwa makin hari kita makin sempurna karena diberi kesempatan untuk meneruskan legacy kita di dunia ini.

So.. Mothers… celebrate your days… Celebrate your calling Celebrate your body, mind, and spirit Celebrate love and life!


PS. I am not a mother yet… but the spirit of motherhood stays in me. And I am happy with this spirit whos nurture me with so many great things that will happen to me.

Amen.


July 24, 2008.

Comments


© 2020 by LiaBrasali.

bottom of page